Perbedaan Masters of the Universe 2026 dan 1987
Film Masters of the Universe versi 2026 disutradarai oleh Travis Knight. Film ini merupakan reboot dengan skala produksi yang ambisius. Dengan bujet hampir mencapai $200 juta, film ini mampu menampilkan dunia Eternia secara penuh, termasuk Castle Grayskull dan Snake Mountain.
Film ini juga didukung sinematografi Fabian Wagner dan efek CGI modern. Hasilnya, film ini menghadirkan skala visual yang lebih epik dibandingkan versi sebelumnya. Cerita berfokus pada Prince Adam yang tumbuh di Bumi sebelum kembali ke Eternia. Pendekatan ini memberikan nuansa origin story yang lebih relevan bagi penonton baru. Pada saat yang sama, film ini tetap berusaha memenuhi harapan penggemar lama.
Sebaliknya, Masters of the Universe versi 1987 yang dibintangi Dolph Lundgren dinilai gagal memenuhi ekspektasi penonton. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan dana produksi. Akibatnya, sebagian besar cerita justru berlangsung di Bumi, bukan di Eternia.
Film ini juga lebih berfokus pada pencarian Cosmic Key. Hal ini membuat alurnya terasa menjauh dari inti kisah He-Man. Banyak penonton merasa kurang puas dengan arah cerita tersebut.
Meskipun begitu, penampilan Frank Langella sebagai Skeletor tetap mendapatkan pujian. Ia berhasil memberikan akting yang teatrikal dan berkesan. Namun secara keseluruhan, film versi 1987 ini tetap dianggap lemah dalam naskah dan eksekusi visual.
Efek khusus yang sederhana dan kostum yang kurang meyakinkan turut menurunkan kualitas film ini. Kelemahan tersebut menjadi pelajaran penting. Banyak aspek tersebut kemudian diperbaiki dalam versi reboot tahun 2026.