Wonder Man: Seorang Kriminal yang Menjelma Menjadi Aktor
Komik Wonder Man pertama kali diperkenalkan oleh Marvel pada tahun 1964 lewat Avengers #9, karya Stan Lee, Jack Kirby, dan Don Heck. Tokoh Simon Williams digambarkan sebagai industrialis yang jatuh bangkrut lalu direkrut oleh Baron Zemo untuk melawan Avengers. Dengan tubuh yang disuntik energi ionik, ia sempat menjadi antagonis namun berbalik arah dan bergabung sebagai protagonis. Dalam perkembangannya, Wonder Man sempat tampil di berbagai seri seperti West Coast Avengers dan memiliki komik solo, termasuk mini-series 1986, serta seri berkelanjutan di tahun 1991–1994. Tema utama komiknya adalah pergulatan identitas ganda, yaitu seorang aktor Hollywood yang juga superhero, yang terhubung dengan Vision dan Scarlet Witch.
Untuk serialnya, Wonder Man produksi Disney+ resmi tayang Januari 2026 sebagai bagian dari MCU Phase Six. Yahya Abdul-Mateen II memerankan Simon Williams, sementara Ben Kingsley kembali sebagai Trevor Slattery. Cerita serial ini menyoroti Simon sebagai aktor gagal di Hollywood yang harus menyembunyikan kekuatan ioniknya karena aturan di industri hiburan. Dengan nuansa komedi satir, serial ini lebih menekankan dunia showbiz ketimbang aksi superhero klasik. Latar belakang keluarga Simon juga diubah, dari industrialis New Jersey di versi komiknya, menjadi imigran Haiti di kota Los Angeles. Serial ini mendapat sambutan positif, dengan rating IMDb sekitar 7.4/10, dan dipuji pula karena humor segar beserta chemistry diantara para pemerannya.
Perbedaan utama antara komik dan serialnya terletak pada fokus ceritanya. Di komik menempatkan Wonder Man sebagai bagian integral dari Avengers, dengan konflik heroik, hubungan romantis, dan eksplorasi identitas sebagai pahlawan. Namun di serialnya, justru menghindari keterkaitan langsung dengan Avengers, dan memilih jalur satir Hollywood yang menyoroti perjuangan para aktor minoritas di industri film. Asal-usul kekuatannya pun juga berbeda, di komik menekankan pada hasil eksperimen dari Baron Zemo, sementara di serialnya, justru menekankan pada trauma masa kecil maupun latar belakang keluarganya.
Meski demikian, ada kesamaan mendasar yang tetap dipertahankan, dimana Simon Williams tetap digambarkan sebagai aktor dengan kekuatan ionik, serta dilema identitas gandanya yang menjadi ciri khas karakternya sejak awal. Baik di komik maupun di serialnya sama-sama menyoroti sisi manusiawinya, mulai dari perjuangannya, pencarian jati diri, dan usahanya untuk menyeimbangkan kehidupannya dengan rahasia besarnya. Kesamaan ini membuat serial 2026 terasa sebagai reinterpretasi modern dari konsep lama, bukan adaptasi langsung, namun tetap menghormati akar karakter yang sudah ada di komik Marvel.