Rumah Masa Depan film drama keluarga sutradarai Danial Rifki
Rumah Masa Depan (2026) adalah film drama keluarga Indonesia yang mengangkat kisah tentang perubahan zaman, hubungan antar generasi, dan makna sebenarnya dari sebuah rumah. Cerita berpusat pada Sukri dan istrinya, Surti, pasangan yang kembali ke kampung halaman setelah bertahun-tahun merantau di kota besar. Mereka berniat merawat rumah keluarga yang telah lama ditinggalkan, sebuah tempat penuh kenangan yang perlahan mulai dilupakan oleh anggota keluarga lainnya.
Kepulangan mereka justru memunculkan berbagai konflik lama yang belum terselesaikan. Perbedaan cara pandang antara generasi tua dan muda menjadi semakin jelas ketika anak-anak serta kerabat datang dengan gagasan modern tentang masa depan keluarga, termasuk rencana menjual rumah demi keuntungan ekonomi. Rumah yang dahulu menjadi simbol kebersamaan kini berubah menjadi sumber perdebatan tentang nilai tradisi dan kebutuhan hidup masa kini.
Di tengah pertentangan tersebut, Sukri berusaha mempertahankan rumah sebagai warisan emosional yang menyimpan sejarah keluarga, sementara anggota keluarga lain melihatnya sebagai beban yang tidak lagi relevan. Berbagai peristiwa harian—mulai dari momen hangat, pertengkaran kecil, hingga rahasia lama yang terungkap—perlahan membuka kembali luka sekaligus mempererat hubungan yang sempat renggang.
Melalui kisah sederhana namun menyentuh, Rumah Masa Depan menghadirkan refleksi tentang arti pulang, pentingnya komunikasi dalam keluarga, dan bagaimana masa depan tidak selalu berarti meninggalkan masa lalu. Film ini menampilkan drama yang hangat dan realistis, menunjukkan bahwa rumah sejati bukan hanya bangunan fisik, melainkan tempat di mana cinta dan kenangan tetap hidup dari generasi ke generasi.