Serpentine Pink film drama comedy Sutradara: Vivian Sorenson
Serpentine Pink (2025) adalah thriller misteri bergaya neo-noir yang berpusat pada Alana Prameswari, seorang desainer parfum eksentrik yang dikenal lewat aroma khas berwarna merah muda pucat bernama “Serpentine.” Parfum itu mendadak viral setelah dikenakan seorang selebritas ternama di sebuah gala, namun euforia tersebut berubah menjadi skandal ketika beberapa pengguna melaporkan efek halusinatif yang tidak biasa. Alana bersikeras bahwa formulanya aman, tetapi tekanan media dan ancaman hukum mulai menghimpit hidupnya.
Saat menyelidiki asal-usul bahan langka yang digunakan dalam parfum tersebut, Alana menemukan bahwa salah satu ekstrak utamanya berasal dari tanaman hibrida eksperimental yang dikembangkan perusahaan biotek tersembunyi. Aroma “Serpentine Pink” ternyata memiliki kemampuan memicu memori terpendam dan emosi terdalam penggunanya, membuat sebagian orang mengalami trauma yang selama ini terkunci. Semakin dalam ia menggali, semakin jelas bahwa parfum itu bukan sekadar produk kecantikan, melainkan alat manipulasi psikologis.
Keadaan menjadi berbahaya ketika Alana menyadari dirinya sedang diawasi oleh pihak yang ingin menguasai formula tersebut demi kepentingan komersial dan politik. Bersama jurnalis investigasi bernama Raka, ia mengungkap jaringan konspirasi yang melibatkan uji coba rahasia terhadap manusia. Dalam prosesnya, Alana juga harus menghadapi masa lalunya sendiri yang terhubung dengan proyek tersebut — kenangan yang selama ini terkubur namun perlahan muncul melalui aroma ciptaannya.
Menjelang akhir cerita, Alana dihadapkan pada pilihan drastis: menghancurkan formula yang telah membesarkan namanya atau membiarkannya jatuh ke tangan yang salah dengan risiko konsekuensi global. Serpentine Pink (2025) memadukan estetika elegan dunia parfum dengan ketegangan psikologis yang tajam, menyajikan kisah tentang identitas, memori, dan bahaya tersembunyi di balik sesuatu yang tampak indah dan memikat.