Kemiripan Spider-Man Noir dengan The Batman
Dunia hiburan kembali diramaikan dengan hadirnya serial Spider-Man Noir (2026) yang langsung memicu perbandingan dengan film The Batman (2022) karya Matt Reeves. Keduanya sama-sama menampilkan atmosfer kota yang suram, penuh bayangan, dan nuansa gelap yang pekat. Spider-Man Noir membawa penonton ke New York era 1930-an dengan kabut pekat dan arsitektur tuanya, sementara The Batman menghadirkan Gotham yang diliputi hujan deras dan kumuhnya perkotaan. Kesuraman ini membuat kedua karya ini sama-sama menekankan bahwa lingkungan kota tersebut adalah cerminan batin dari sang pahlawan itu sendiri.
Kedua tokoh utama ini juga tampil sebagai detektif yang menyelidiki misteri kejahatan. Ben Reilly di Spider-Man Noir digambarkan sebagai penyelidik swasta yang harus kembali beraksi untuk memecahkan kasus bos mafia yang bernama Silvermane, sedangkan Batman versi Robert Pattinson harus membantu penyidik kepolisian untuk membongkar kasus bos mafia yang bernama Falcone.
Selain itu, kostum hitam berjubah mereka juga menjadi ikon visual yang memperkuat kesan misteriusnya. Spider-Man Noir tampil dengan mantel gelap dan topeng yang menekankan nuansa klasiknya, sedangkan Batman menggunakan kostum hitam taktikal dengan jubah panjangnya sebagai simbol ketakutan.
Gaya bertarung dan pergerakan mereka yang seperti ninja juga menjadi kemiripan lain yang mencolok. Spider-Man Noir tetap mempertahankan kebiasaannya berayun dengan webnya dan sesekali menyelinap di kegelapan, sedangkan Batman, juga mampu meluncur dengan wingsuit-nya atau berayun menggunakan grappling hooknya, sambil sesekali muncul tiba-tiba dari bayangan.