Episode 3 dibuka dengan meningkatnya tekanan politik di dalam negeri Korea Selatan setelah bukti keterlibatan pihak internal mulai bocor ke lingkaran kekuasaan. Seo Mun-ju menyadari bahwa setiap langkah yang ia ambil kini diawasi, baik oleh pemerintah sendiri maupun oleh kekuatan asing. Ia dipaksa memainkan peran ganda—secara resmi membantu stabilisasi diplomatik, namun secara diam-diam menyelidiki siapa di dalam sistem yang telah bersekongkol dengan Bukgeukseong.
Sementara itu, San Ho melacak jalur logistik rahasia yang digunakan jaringan Bukgeukseong untuk memindahkan dana dan identitas palsu lintas negara. Penyelidikan ini membawanya ke sebuah pertemuan tertutup yang ternyata merupakan jebakan, menegaskan bahwa musuh selalu selangkah lebih maju. Dalam pelariannya, San Ho memperoleh satu nama kunci—seorang figur politik berpengaruh yang selama ini dikenal sebagai simbol stabilitas nasional.
Mun-ju mulai membuka kembali hubungan lamanya dengan mantan diplomat dan pejabat intelijen, hanya untuk menemukan bahwa sebagian dari mereka telah “berpindah sisi”. Kilas balik masa lalu mengungkap bagaimana keputusan strategis bertahun-tahun lalu secara perlahan membentuk struktur Bukgeukseong yang kini beroperasi seperti bayangan negara. Di sisi lain, San Ho mulai meragukan mandat Interpol yang ia terima, karena beberapa perintah yang datang justru berpotensi menutup kebenaran.
Episode mencapai puncaknya ketika Mun-ju dan San Ho bertukar informasi penting dan menyadari bahwa serangan teroris awal hanyalah pengalihan untuk agenda politik yang jauh lebih besar. Sebuah peristiwa mendadak—pembunuhan target kunci yang berada di bawah perlindungan negara—mengguncang kepercayaan publik dan memperlihatkan betapa dalamnya infiltrasi Bukgeukseong. Episode 3 ditutup dengan kesimpulan kelam: perang yang mereka hadapi bukan lagi antarnegara, melainkan perang melawan sistem kekuasaan yang telah membusuk dari dalam.
Untuk Film Yang Dideskripsikan Di Atas Hanya Bisa Ditonton Di Kokofilm21
There are no reviews yet.