Episode pertama Tempest dibuka dengan sebuah insiden diplomatik besar di luar negeri yang menewaskan sejumlah tokoh penting dan mengguncang hubungan internasional Korea Selatan. Peristiwa ini segera dikategorikan sebagai serangan terencana dengan motif politik global. Seo Mun-ju, seorang mantan diplomat elite yang kini hidup menjauh dari dunia politik, tiba-tiba ditarik kembali ke pusaran krisis karena ia memiliki keterkaitan masa lalu dengan lokasi dan pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Di saat yang sama, San Ho, seorang agen rahasia Interpol berdarah Korea, mulai menyelidiki jaringan intelijen lintas negara yang diduga berada di balik serangan tersebut. Penyelidikannya mengarah pada sebuah organisasi bayangan bernama Bukgeukseong (North Star)—simbol kekuatan tersembunyi yang mengatur konflik dari balik layar. Potongan-potongan informasi yang dikumpulkan San Ho menunjukkan bahwa serangan ini hanyalah langkah awal dari rencana yang jauh lebih besar dan berbahaya.
Seo Mun-ju dan San Ho akhirnya dipertemukan oleh kepentingan yang sama, meski keduanya saling mencurigai. Mun-ju menyadari bahwa keputusan politik yang ia ambil bertahun-tahun lalu mungkin telah memicu rangkaian peristiwa yang kini meledak menjadi krisis global. Sementara itu, San Ho menemukan bahwa setiap petunjuk yang ia ikuti selalu berakhir buntu, seolah ada kekuatan besar yang dengan sengaja menghapus jejak dan memanipulasi kebenaran.
Episode 1 ditutup dengan pengungkapan mengejutkan: seseorang dari lingkaran kekuasaan Korea Selatan ternyata memiliki hubungan langsung dengan Bukgeukseong. Sebuah pesan terenkripsi muncul di layar komputer San Ho, memperingatkan bahwa badai besar—Tempest—baru saja dimulai. Dengan ancaman politik, pengkhianatan, dan spionase internasional yang semakin nyata, episode pembuka ini menetapkan nada gelap dan intens, menandai awal konflik global yang akan menguji batas loyalitas, kebenaran, dan kekuasaan.
Untuk Film Yang Dideskripsikan Di Atas Hanya Bisa Ditonton Di Kokofilm21
There are no reviews yet.